image

Selamat malam:)
Sampai detik ini aku masih nunggu dan berharap ponselku berdering seperti malam-malam sebelumnya,membaca pensan singkat yang slalu ada emoticon titikduabintang.
Dan sekarang gaada lagi:(
Ntahh!
Boleh jadi aku akan menyerah begitu saja ketika cinta itu datang, menyerah pada indah, hangat dan memabukkannya cinta, boleh jadi pula aku akan kuat bertahan untuk sebuah cinta yang kumiliki. Seberapa kuatnya mempertahankan sebuah cinta itu tergantung diri sendiri dan juga kamu(?) yang menjadi pasanganku.

Banyak momen pernah terlewati yang beratas namakan cinta, entah mengapa setiap momen itu selalu membuat jejak tersendiri diruang hati. Bahagia tak pernah luput dari momen itu, bahkan dengan luka. Tapi apalah arti sebuah cerita jika kamu tak pernah bertemu dengan luka. Tidak menyenangkan itu pasti ketika kita bertemu dengan luka, tapi selalu ada bahagia yang mengiring selepas luka yang datang. Bukan karena luka itu terganti dengan senyum wajah baru, tapi sebuah pendewasaan antara aku dan dirimu tentang bagaimana seharusnya “kita”. Ya, luka bukanlah hal baru diantara kita. Setidaknya lewat luka kita mengerti harus bagaimana bersikap, bertahan dan mengerti satu sama lain.
Tapi apalah arti sebuah cerita jika kamu tak pernah bertemu dengan luka.
Jatuh cinta itu memang sangat menyenangkan, dan selalu menyenangkan ketika itu adalah denganmu.mungkin benar apa kata orang, ketika kita jatuh cinta, kita harus siap dengan segala konsekuensinya sekalipun itu sebuah perpisahan. Tak ada yang menginginkan sebuah perpisahan, begitupun denganku. Bukan salahmu ketika kau terpikat dengan senyum indah dari wajah yang baru. Aku tak setega itu dan menyalahkanmu, meskipun aku juga tak suka dengan hal itu. Jika kamu bertanya, Apakah kau marah jika aku terikat dengan senyum indah diluar sana? Tentu, tentu saja aku marah, aku gatrima, tapi apa mungkin aku akan marah kepadamu yang aku cintai. Tidak, aku tidak akan memperlihatkan amarah itu, karena akan lebih baik aku diam dan tersenyum melihatmu bahagia meski tanpa aku.
Asal kau tahu senyum ini adalah senyum yang menyakitkan karna aku harus mengalah, membiarkanmu pergi dengan dia yang tak sekalipun pernah tahu bagaimana aku melakukan apapun demi dirimu. Bahkan kau mungkin juga tak pernah sadar akan apa yang sudah kulakukan demi dirimu. Ah sudahlah, kamu memang tak pernah sadar. Percuma saja jika aku jelaskan semua karna seharusnya kau mampu melihat semua kecuali hatimu sudah tertutup oleh rasa bosan dan senyum baru yang memikatmu dengan segala keindahannya diluar sana.

Mungkin melepasmu adalah cara terakhirku untuk membuatmu lebih bahagia.
Karna alasan aku mencintaimulah aku tak memaksamu untuk tetap bersamaku. Karna sejatinya, ketika kamu benar mencintaiku kamu akan mampu memenangkan pertarungan dengan rasa bosanmu itu. Perlu kamu tahu, jika aku tetap menahanmu untuk tetap bersamaku, maka aku hanya mementingkan egoku saja, bukan bahagiamu. Sekalipun menyakitkan, pergilah. Tak ada paksaan untuk tetap singgah. Mungkin melepasmu adalah cara terakhirku untuk membuatmu lebih bahagia.
Walaupun aku harus menjalani hari-hari tanpa siapapun,aku tahu semua alasan-alasan kamu mengungkit masa laluku menyalahkan aku bahkan berbicara seolah kamu akan menjatuhkan aku
Aku tahu sekarang,terimakasih sudah singah dihidupku.
Tersenyumlah dengan senyum Indah yang sudah menyejukanmu😢

                                      Bay~

Iklan

Dan aku sudah tidak percaya lagi apa yang dimaksud dengan Cinta.

Banyak yang bilang tentang Cinta iya tentang Cinta,dan aku baru sesekali merasakan Cinta yang begitu dalam.Tapi entahlah semua sudah pergi meninggalkanku dan aku gapercaya semua yang dibilang Cinta itu ada.aku takut aku tertekan dengan rasa yang tiba-tiba bikin hati ini bahagia dan sering kali menjatuhkan air mata. Mungkin ini awal kebahagian untuk kamu (?) Seseorang yang sangat-sangat aku cintai.
Kmu bisa pergi bebas dengan wanita wanita yang sempurna pilihanmu itu. Kamu pergi tanpa alasan bahkan melontarkan kata kasar yang gaseharusnya terdengar telinga:) aku gapapa iya aku gapapa aku akan blajar menjadi wanita yang tidak mudah menundukan kepala.
Jika suatu saat nanti kita harus berjalan melalui lorong sempit dan gelap, bahkan kita merasa lorong itu tak ada ujung, tetaplah berjalan walau kemungkinan kita untuk keluar sangatlah kecil.
*Kamu bakal ngerti ini
Jangan pernah hindari apapun yang menghadang mi, hadapi saja. Semakin kmu menghindar, semakin kamu akan terkepung dan tak akan ada celah lagi untuk pergi. Jangan kalah oleh masalah,hanya saja kmu harus sedikit berusaha, sendiri.

Semoga yang masih saja merasa sendiri segera menyadari diluar sana masih ada orang yang ingin tertawa bersama kita, bukan menertawakan kita, dan masih ada orang yang terluka ketika kita jatuh.
Selamat malam

Sayang apa kabar?
Ini hari keenam aku ada disini dinegri sakura yang jauh dari dekapan orang tua,jauh dari seseorang yang sangat berarti buat aku.
Kamu baik-baik kan?
Aku slalu sebut nama kalian didalam sujudku,
Jangan salahkan jarak
Aku disini mengemban pendidikan bukan untuk hal hal buruk.
Disini aku menemukan hal-hal baru yang belum pernah aku temui sebelumnya rasanya tabu memang tapi sudah jadi realita yang harus aku jalani,disini aku bisa belajar banyak tentang kehidupan,terutama tentang pentingnya waktu,tentang hidup yang sebenarnya. Dari sinilah aku memulai kehidupan ku demi kalian orang-orang yang aku sayang:*
Pesan kalian selalu ada dibenaku
Tetap Setia dengan hati yang penuh dosa ini ya dear,tetap sabar
Menjaga itu lebih baik daripada saling menyalahkan
Imissyou

Tak akan

Pria yang mencintaimu tak akan mengizinkanmu mengemis perhatian darinya. Pria yang sungguh mecintaimu tak akan memberimu ruang untuk menangisi kepergiannya. Jadi, meskipun dia jauh, meskipun dia tak selalu ada, dia akan menjelma menjadi apapun yang kaubutuhkan, meskipun ratusan kilometer menghadang, meskipun percakapan hanya tercipta lewat ponsel. Terakhir, pria yang sangat mencintaimu tak akan membiarkanmu menunggu terlalu lama. Tak akan.

Gadis kecil mu sudah beranjak dewasa

Halo papah, bagaimana kabarmu hari ini? Masihkah kau menggantung kecewamu disela-sela langkah kakimu? Masihkah penyesalan itu terasa di dalam relung hatimu?

Aku paham dengan kecemasan-kecemasan yang ada diisi kepalamu, tentang gadismu ini yang tak pandai memainkan perannya sebagai manusia. Tapi pah tolong ijinkan aku menjelaskan sedikit tentang apa yang aku pikirkan sebelum kau berspekulasi tentang gadismu ini. Agar kau tak salah sangka tentang perubahan sikapnya padamu dan tentang mengapa gadismu tak seperti gadis lain pada umumnya.
Manusia memiliki dua sisi yang sulit dipahami, bukan begitu pah? Seperti dirimu yang sulit aku pahami. Kadang, aku merasa gagal karena tak bisa paham dengan apa yang kau mau. Tak mengerti tentang inginmu, dan tak mengerti mengapa kau melakukan hal yang sama hanya untuk memberi luka yang sama sakitnya.

Kau pasti bingung mengapa aku menulis demikian. Biar aku mengungkit sedikit tentang sikapmu yang membuatku terpaksa mengutuk keadaan.

Ini pasti salah. Tolong Tuhan jelaskan padaku bahwa apa yang terjadi padaku kali ini bukanlah hasil dari lentikan jemariMu.

Aku protes pada Tuhan ketika aku mengetahuimu malakukan penghianatan. Bukankah gadismu ini lucu pah, ia berani protes pada Tuhan tentang hidupnya.
Ketika kau sering membuat mata ibuku basah ada rasa yang tak biasa hadir, sesuatu itu yang aku sebut kecewa. Aku marah, sangat marah ketika tahu kau memiliki wanita lain selain ibuku. Anak mana yang tak marah melihat penghianatan yang dilakukan sang papah terhadap ibunya?

Kecewa itu berkembang semakin dalam ketika kau membela mati-matian dia yang tanpa rasa berdosa telah membuatmu menjadi mahluk yang tak tahu diri. Kau menjadi manusia yang kerap kali hilang sebagai seorang ayah, haruskah aku melepas gelarmu sebagai seorang ‘Ayah’? Panggilan papah yang kau sandang perlukah aku mecopotnya dengan paksa?
Aku berkembang menjadi gadis yang lebih memfungsikan jarinya ketimbang mulutnya. Kini, aku tak lagi ingin banyak bicara denganmu. Pertengkaran-pertengkaran yang sering aku dengar juga membuatku lebih memfungsikan telinga. Sehingga satu-satunya cara untuk bisa berkomunikasi denganmu adalah lewat pertengkaran-pertengkaran yang memaksaku untuk terlibat.

Masihkah kau ingat tentang pertengkaran pertama kita ayah? Tentang aku yang membanting pintu dengan kencang dan kau yang memukul meja dengan keras. Aku yang tak mengerti tentang inginmu dan kau yang tak paham dengan inginku.

Ketika itu kau berkata bahwa ‘Laki-laki adalah manusia paling brengsek yang ada di bumi’. Entah apakah aku harus senang mendengar pernyataanmu yang mengakui tentang fakta, bahwa kau memang salah satu manusia breksek atau harus sedih karena mengetahui bahwa manusia yang aku panggil papah menjadi bagian dari manusia yang brengsek?
Kau tahu pah, sampai detik ini aku masih bersyukur karena memiliki papah  sepertimu. Meski faktanya kau sering menggantungkan kecewa pada kedua kantung mataku dengan beberapa sikapmu. Kau sering mendapati diriku yang menghindarimu ketika kau berbicara padaku, maaf mungkin kau juga kecewa dengan sikapku. Tapi, ini adalah caraku untuk meredam marahku.

Aku berusaha mengendalikan diri agar aku tak menjadi anak yang tak tahu diri, yang membenci ayahnya sendiri. Karena aku mencintaimu, sangat. Bukankah cinta itu tak memiliki syarat, perasaan yang tak akan berubah meski jutaan kali kau disakiti?

Kau tak perlu menyesal atas sikapmu dan juga tak perlu khawatir tentangku yang mungkin membuatmu beranggapan bahwa aku tak akan percaya dengan lawan jenis karena dirimu. Karena aku tahu setiap orang itu berbeda meski diciptakan dengan komposisi yang sama. Lantas mengapa aku harus memperlakukan setiap orang dengan cara yang sama?

Itulah apa yang ingin aku utarakan, kau tak perlu khawatir tentang perubahan yang terjadi pada gadismu ini. Aku masih menjadi gadis normal hanya saja aku sedikit berbeda dari gadis sepantaranku. Jadi, lenyapkan kekhawatiran yang memasung langkah kakimu, bunuh penyesalan yang ada di relung hatimu. Percayalah, gadismu ini mampu memerankan perannya dengan baik, ia akan selalu baik-baik saja. Karena sudah terbiasa tanpa dirimu.

Kembali seperti semula

Suasana pagi di jogja menjadi awal semua rutinitas ku disini tanpa kamu.
Sayang ini hari pertama kita menjalani LDR lagi,setelah pertemuan yang singkat itu kita lalui dan aku slalu inget pesan kamu kok :*

Pergi berbulan bulan dan hanya bertemu dalam hitungan hari,haha itu ga lucu

Awal yang baik buat kita ngejalanin kedepannya
Amin

It’s over

Mentari pagi ini tidak secerah biasanya.
Tidak bisa kusambut hari, dengan senyumku ini yang dulu slalu tersenyum membaca chat terakhir yang slalu jadi rutinitasmu sebelum kamu terlelap dalam mimpi indahmu.
Dan pagi ini Masih tidak ingin beranjak mencari ilmu.
Tapi tetap terdiam dan merenung dengan mata yang terus berair menetes dengan sendirinya
Herannya aku dengan diriku dan hatiku.
Galau tidak menentu.

Benar – benar kacau..

Hari ini tidak seperti hari lainnya.
Entah mengapa, perasaan itu kembali.
Kini ku lihat kembali.
Aku yang berusaha kembali memperbaiki semuanya,menutup kesalahan yang terjadi.

Aku tak pernah berfikiran kalau sifat kekanak kanakan mu lah yang membuat ini berakhir,

14 bulan yang lalu yang berakhir tanpa sebab jelas tanpa ada alasan yang jelas,ancur!
Dan saya muak dengan semua ini yang tidak pernah dianggap sama sekali
Kasih sayang yang disia siakan
Bahkan sekarang rasa sayang ini masih begitu dalam dan berharap semuanya akan kembali seperti dulu.
Ntah lah mungkin ini yang terbaik buat jalan ku
Sulit memang,tapi aku bisa apa?

Untuk wanita yang sekarang sedang bahagia dengan lelakiku mantan kekasihku bahagia lah kalian belajar dari kesalahan yang udah terjadi

Aku tahu semuanya telah berantakan, hancur dan remuk.